Tag Archive: perjuangan



Tulisan ini didedikasikan untuk si pengirim yang salah alamat “…” ???, dan buat saudara-saudaraku tercinta yang mungkin selama ini sudah salah kaprah atau mungkin juga masih latah dalam memaknai sebuah istilah (termasuk saya tadinya, hehe). Nah!, agar kita tidak terlalu terjebak dalam banyak hal yang hanya akan membuat kita kehilangan rasa (feel) afiliasi dalam pandangan, yuk sama – sama kita cari tahu makna, sejarah, serta perkembangan istilah ini, etc..

Adalah suatu propaganda dunia barat dalam mempertahankan hegemoninya, sebagai suatu usaha/ cara penyampaian informasi yang didalamnya telah terindikasi dengan benih–benih kepalsuan, tanpa fakta, serta diselimuti segala ide yang tidak benar. Sekarang istilah fundamentalis ini telah menjadi brain image bagi umat Islam secara keseluruhan di dunia Internasional, yang sengaja dibuat para cendekiawan serta kaum intelek neo-konservatif dunia barat dalam mengintervensi segala bentuk perjuangan umat Islam (pribadi, kelompok, negara) demi memperjuangkan tegaknya agama Allah dimuka bumi.

Di dunia kristen protestan-AS, fundamentalis dikenal dengan sebuah gerakan konservatif yang di awali pada akhir abad 19. Dengan menekankan dasar–dasar pemahaman yang absolute

Baca lebih lanjut


Penegakan hukum menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh komponen bangsa yg berdasarkan hukum (Rechtstaat), tugas dan tanggung jawab masyarakat, lembaga kepolisian, kejaksaan, peradilan dan lembaga-lembaga advokasi. Harapan seluruh masyarakat yang mendambakan keadilan terwujud di Indonesia maka penegakan hukum yg adil dan menjamin kepastian hukum harus tidak boleh tidak untuk diwujudkan oleh lembaga-lembaga/ instansi yang berkaitan dengan penegakan hukum agar berperan aktif dengan menjunjung tinggi keadilan masyarakat serta adanya, merupakan refleksi filosofis dari cita – cita hukum yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945, sejalan dengan munculnya kesadaran sejarah akan masa depan kekuasaan kehakiman yang merdeka, independen dan bermartabat.

Kesadaran yang didorong oleh keinginan luhur untuk mencapai kehidupan kebangsaan yang bebas, merupakan spirit moral perjuangan kemerdekaan rakyat sebagaimana alinea ke tiga pembukaan UUD 1945, yaitu bahwa seluruh pejabat lembaga negara terikat secara moral untuk melindungi seluruh kepentingan rakyat guna memperoleh kebebasan dan kemerdekaan dalam seluruh bidang dan hajat kehidupannya, termasuk hajat memperoleh jaminan keadilan.

Kekuasaan kehakiman yang merdeka, bermoral dan bebas dari berbagai bentuk intervensi serta steril dari praktek tidak terpuji, merupakan conditio sine quanon dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, kebenaran dan keadilan. Dalam konteks perjuangan menuju terwujudnya praktek penyelenggaraan negara yang bersih, diperlukan upaya strategis dan fundamental bagi terwujudnya komitmen akhlak dan moral serta kualitas profesionalitas dari para hakim selaku sumber daya insani utama.

Di lembaga tinggi negara maupun di lembaga eksekutif lainnya memang sering terjadi ketidak-efektifan peran dan fungsi. Kinerja mereka sering jauh dari harapan publik, sehingga publik perlu membentuk komisi dan lembaga baru. Hal ini mengindikasikan bahwa struktur yang formal tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Baca lebih lanjut