Tag Archive: pengorbanan



Gelap-pekat, terang-benderang..Panas-dingin, sehat-sakit, susah-senang. Hmm, hidup ya hidup (hehehe), bisa indah pada keadaan yang indah, dan bisa sulit pada keadaan yang sulit (hmm, apa mungkin hidup ini peka terhadap keadaan)..

Pada keadaan indah penuh dengan bermacam dan beragam cerita, begitupun pada keadaan sulit yang terdapat banyak kisah dan cerita..

Pada hal yang sama tiap diri kemungkinannya akan berbeda cara pandang serta cara menyikapinya, dan pada hal yang sama juga kemungkinannya tiap diri ada pada satu pandangan serta sikap yang sama, begitu juga sebaliknya..

Semua hal itu pun tidak tergantung pada ukuran besar kecilnya, lama atau singkatnya, tapi terletak pada sejauh mana kadar atau bobot seseorang dalam menyikapi fenomena hidup ini..
Baca lebih lanjut


Hmm prolog yang tidak disangka menjadi postingan, serta menambah satu kategori baru, hehehe..

17 hari masa jelajah blog..Terhitung sejak update kembali dengan diawali 3 postingan, yang diantaranya :

1. Win-win true, atau “kemenangan-kemenangan sejati” yang merupakan suatu konsep yang sederhana atau juga bisa jadi merupakan sarana refleksi diri, yang pada esensinya terdapat hal-hal mengenai pemantapan diri akan hakikat sebuah usaha serta komitmen diri..Selanjutnya di ikuti dengan postingan yang kedua, Baca lebih lanjut


Maulana Muhammad Ilyas Al-Kandahlawy lahir pada tahun 1303 H (1886) di desa Kandahlah di kawasan Muzhafar Nagar, Utar Prades, India. Ayahnya bernama Syaikh Ismail dan Ibunya bernama Shafiyah Al-Hafidzah. Keluarga Maulana Muhammad Ilyas terkenal sebagai gudang ilmu agama. Saudaranya antara lain Maulana Muhammad yang tertua, dan Maulana Muhammad Yahya. Ayah beliau, Syaikh Muhammad Ismail adalah seorang ruhaniwan besar yang suka menjalani hidup dengan ber-uzhlah, berkhalwat dan beribadah, membaca Alquran serta mengajarkan Alquran dan ilmu-ilmu agama. Adapun ibunda beliau, Shafiyah Al-Hafidzah, adalah seorang Hafidzah Alquran. Maulana Muhammad Ilyas pertama kali belajar agama pada kakeknya, Syaikh Muhammad Yahya. Beliau adalah seorang guru agama pada madrasah di kota kelahirannya.

Kakeknya adalah penganut mazhab Hanafi dan teman dari seorang ulama dan penulis Islam terkenal, Syaikh Abul Hasan Al-Hasani An-Nadwi. Sejak saat itulah beliau mulai menghafal Alquran. Dari kecil telah tampak ruh dan semangat agama dalam dirinya. Beliau memilki kerisauan terhadap umat, agama dan dakwah. Sehingga Allamah Asy-Syaikh Mahmud Hasan yang dikenal sebagai Syaikhul Hind (guru besar ilmu Hadis pada madrasah Darul Ulum Deoband) pernah mengatakan, “sesungguhnya apabila aku melihat Maulana Ilyas aku teringat kisah perjuangan para sahabat.

” Pada suatu ketika saudaranya, Maulana Muhammad Yahya, pergi belajar kepada seorang alim besar dan pembaru yang ternama yakni Syaikh Rasyid Ahmad Al-Gangohi, di desa Gangoh, Utar Pradesh, India. Maulana Muhammad Yahya belajar membersihkan diri dan menyerap ilmu dengan bimbingan Syaikh Rasyid. Hal ini membuat Maulana Muhammad Ilyas tertarik untuk belajar pada Syaikh Rasyid sebagaimana kakaknya. Akhirnya Maulana Ilyas memutuskan untuk belajar agama menyertai kakaknya di Gangoh. Baca lebih lanjut