Tag Archive: langit



Gelap-pekat, terang-benderang..Panas-dingin, sehat-sakit, susah-senang. Hmm, hidup ya hidup (hehehe), bisa indah pada keadaan yang indah, dan bisa sulit pada keadaan yang sulit (hmm, apa mungkin hidup ini peka terhadap keadaan)..

Pada keadaan indah penuh dengan bermacam dan beragam cerita, begitupun pada keadaan sulit yang terdapat banyak kisah dan cerita..

Pada hal yang sama tiap diri kemungkinannya akan berbeda cara pandang serta cara menyikapinya, dan pada hal yang sama juga kemungkinannya tiap diri ada pada satu pandangan serta sikap yang sama, begitu juga sebaliknya..

Semua hal itu pun tidak tergantung pada ukuran besar kecilnya, lama atau singkatnya, tapi terletak pada sejauh mana kadar atau bobot seseorang dalam menyikapi fenomena hidup ini..
Baca lebih lanjut

Iklan

Substansi Tanpa Judul..


Dunia dan isinya bukanlah sesuatu yang kekal. Manusia hendaknya lebih mengutamakan amal baik. Karena, inilah yang telah terbukti secara ilmiah dapat memberikan kebahagiaan dalam hidup.

“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang di terbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Harta dan anak-anak adalah perhiasaan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (QS. Al Kahfi 18: 45-46)

 

“Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti Baca lebih lanjut


Sebelumnya mohon maaf lahir batin ya..Ini sekedar refleksi aja!..

kecewa/ bahagia..yang membuat adalah diri kita sendiri, karena kita sendiri yang selalu memutuskan untuk menilai hal yang terjadi sebagai sesuatu yang mengecewakan begitu juga sebaliknya.

Semulia – mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat. “Khalifah Abdul Malik bin Marwan” Baca lebih lanjut

Untukmu Ya Rabb..


Segala puji bagiMu ya Rabbi, Tuhan pemilik Arsy, yang kepada langit telah Kau berikan kekuasaan dan kepada bumi kepatuhan, kepada langit telah Kau berikan gerak, kepada bumi ketenangan yang tetap. Dan tlah Kau tinggikan angkasa di atas bumi tanpa tiang penyangga.

Dalam kearifanMu Kau perintahkan laba-laba membuat sarang untuk melindungi yang termulia di antara manusia.

Ya Rabb, yang membentangkan siang dengan warna putih, dan juga yang telah melipatnya jadi malam dan menghitamkannya. Matahari dan bulan yang satu di siang hari, yang lain di malam hari. Kau berikan kesaktian Sulaiman pada sebatang tongkat, dan Kau juga yang berikan kepandaian berbicara pada semut.

Dari sebatang tongkat Kau jadikan seekor ular, dan dengan sebatang tongkat Kau timbulkan limpahan air. Di musim dingin Kau tebarkan salju perak, dan di musim gugur daunan kuning emas.

Ya Rabb, jiwa ini bertanya-tanya, akal pun tak sampai karena kuasaMu, maka langit berpusing, bumi pun bergoyang. Dasar bumi dan puncak langit menyatakan sembah-hormat padaMu. Kau nyatakan rahasiaMu dalam penciptaan angin, tanah, api, dan air. Baca lebih lanjut


Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”

Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” .Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:

“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?”

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula.

Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.

“Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: Baca lebih lanjut