Tag Archive: hakim



Lex temporis delictie/ Asas legalitas : “yang berarti tiada suatu perbuatan dapat di pidana dalam perundang-undangan yang telah ada sebelum perbuatan dilakukan”.

Pasal 1 (1) KUHP bermakna :

  1. Lex Certa, harus ada peraturan sebelum ada perbuatan
  2. Non retroaktif, undang-undang tidak berlaku surut
  3. Undang-undang dalam hukum pidana tidak boleh di analogikan

Eksepsional/ pengecualiannya ada pada pasal 1 (2) KUHP :

“Bilamana ada perubahan dalam perundang-undangan sesudah perbuatan dilakukan, maka terhadap terdakwa diterapkan ketentuan yang paling menguntungkannya”.

Baca lebih lanjut


Ini bagaimana, itu darimana, harus mulai darimana?, pertanyaan yang simple tapi menjebak!, menjebak apa terjebak?

Sepertinya kita terjebak, terjebak dalam banyak hal termasuk dalam perdebatan masalah khilafiah (perbedaan-perbedaan kecil dalam masalah furu’/ masalah-masalah cabang/ masalah-masalah kecil dalam agama), sampai kita harus bertengkar dan memutus hubungan silaturrahim hanya karena ego kita. Titik penyimpangan sepanjang sejarah umat manusia adalah ketika ia merambah atau bermain pada suatu dimensi wilayah akal, dan pemahaman. Kita kehilangan rasa (feel) afilisiasi dalam pandangan (perpekstif), dalam wilayah inilah tolak paling krusial yang menimpa setiap kepribadian. Baca lebih lanjut