Tag Archive: arsy


Untukmu Ya Rabb..


Segala puji bagiMu ya Rabbi, Tuhan pemilik Arsy, yang kepada langit telah Kau berikan kekuasaan dan kepada bumi kepatuhan, kepada langit telah Kau berikan gerak, kepada bumi ketenangan yang tetap. Dan tlah Kau tinggikan angkasa di atas bumi tanpa tiang penyangga.

Dalam kearifanMu Kau perintahkan laba-laba membuat sarang untuk melindungi yang termulia di antara manusia.

Ya Rabb, yang membentangkan siang dengan warna putih, dan juga yang telah melipatnya jadi malam dan menghitamkannya. Matahari dan bulan yang satu di siang hari, yang lain di malam hari. Kau berikan kesaktian Sulaiman pada sebatang tongkat, dan Kau juga yang berikan kepandaian berbicara pada semut.

Dari sebatang tongkat Kau jadikan seekor ular, dan dengan sebatang tongkat Kau timbulkan limpahan air. Di musim dingin Kau tebarkan salju perak, dan di musim gugur daunan kuning emas.

Ya Rabb, jiwa ini bertanya-tanya, akal pun tak sampai karena kuasaMu, maka langit berpusing, bumi pun bergoyang. Dasar bumi dan puncak langit menyatakan sembah-hormat padaMu. Kau nyatakan rahasiaMu dalam penciptaan angin, tanah, api, dan air. Baca lebih lanjut


Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”

Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” .Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:

“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?”

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula.

Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.

“Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: Baca lebih lanjut