Latest Entries »

Win-Win True..


“Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah) ; (tetaplah atas) fitrah Allah Yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu..’ (Ar Rum :30)

Hai diri..Fitrah manusia adalah mengabdi kepada Allah dan beriman kepadaNya. Karena manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, secara alamiah harus meminta pertolonganNya. Dalam hal ini berdoapun belum cukup kecuali dibarengi dengan “usaha” yang sungguh-sungguh.

Diri, dan mengingat-ngingat, mencoba membingungkan diri, dan sampai teringat akan sebuah pembelajaran tentang hakikat sebuah “usaha”.. View full article »

Substansi Tanpa Judul..


Dunia dan isinya bukanlah sesuatu yang kekal. Manusia hendaknya lebih mengutamakan amal baik. Karena, inilah yang telah terbukti secara ilmiah dapat memberikan kebahagiaan dalam hidup.

“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang di terbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Harta dan anak-anak adalah perhiasaan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (QS. Al Kahfi 18: 45-46)

 

“Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti View full article »

Cerita Lama Bersemi Kembali..


Ketika sedang merenovasi rumah, seorang pemuda coba meruntuhkan suatu tembok. Rumah di Japan biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang dibuat dari kayu.

Ketika tembok itu mulai roboh, dia menemui seekor cicak yang terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebatang paku.

Dia merasa kasihan sekaligus heran. View full article »

Save Our Palestine..


Ehmm..

Ada yang bertanya perihal Palestina yang dikepung Israel. Bagaimana pendapatku mengenainya. Dan jawabku:
“Alhamdulillah! saya sangat bersyukur dengan keadaan itu 😉

(sambil dengerin lagu the spirit carries on by dream theater..”If I die tomorrow
I’d be all right
Because I believe
That after we’re gone
The spirit carries on”).
temanku bertanya lagi, “Kenapa kamu senang?, kamu tidak peduli dengan Palestina?” View full article »


Sebelumnya mohon maaf lahir batin ya..Ini sekedar refleksi aja!..

kecewa/ bahagia..yang membuat adalah diri kita sendiri, karena kita sendiri yang selalu memutuskan untuk menilai hal yang terjadi sebagai sesuatu yang mengecewakan begitu juga sebaliknya.

Semulia – mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat. “Khalifah Abdul Malik bin Marwan” View full article »

Untukmu Ya Rabb..


Segala puji bagiMu ya Rabbi, Tuhan pemilik Arsy, yang kepada langit telah Kau berikan kekuasaan dan kepada bumi kepatuhan, kepada langit telah Kau berikan gerak, kepada bumi ketenangan yang tetap. Dan tlah Kau tinggikan angkasa di atas bumi tanpa tiang penyangga.

Dalam kearifanMu Kau perintahkan laba-laba membuat sarang untuk melindungi yang termulia di antara manusia.

Ya Rabb, yang membentangkan siang dengan warna putih, dan juga yang telah melipatnya jadi malam dan menghitamkannya. Matahari dan bulan yang satu di siang hari, yang lain di malam hari. Kau berikan kesaktian Sulaiman pada sebatang tongkat, dan Kau juga yang berikan kepandaian berbicara pada semut.

Dari sebatang tongkat Kau jadikan seekor ular, dan dengan sebatang tongkat Kau timbulkan limpahan air. Di musim dingin Kau tebarkan salju perak, dan di musim gugur daunan kuning emas.

Ya Rabb, jiwa ini bertanya-tanya, akal pun tak sampai karena kuasaMu, maka langit berpusing, bumi pun bergoyang. Dasar bumi dan puncak langit menyatakan sembah-hormat padaMu. Kau nyatakan rahasiaMu dalam penciptaan angin, tanah, api, dan air. View full article »


Tulisan ini didedikasikan untuk si pengirim yang salah alamat “…” ???, dan buat saudara-saudaraku tercinta yang mungkin selama ini sudah salah kaprah atau mungkin juga masih latah dalam memaknai sebuah istilah (termasuk saya tadinya, hehe). Nah!, agar kita tidak terlalu terjebak dalam banyak hal yang hanya akan membuat kita kehilangan rasa (feel) afiliasi dalam pandangan, yuk sama – sama kita cari tahu makna, sejarah, serta perkembangan istilah ini, etc..

Adalah suatu propaganda dunia barat dalam mempertahankan hegemoninya, sebagai suatu usaha/ cara penyampaian informasi yang didalamnya telah terindikasi dengan benih–benih kepalsuan, tanpa fakta, serta diselimuti segala ide yang tidak benar. Sekarang istilah fundamentalis ini telah menjadi brain image bagi umat Islam secara keseluruhan di dunia Internasional, yang sengaja dibuat para cendekiawan serta kaum intelek neo-konservatif dunia barat dalam mengintervensi segala bentuk perjuangan umat Islam (pribadi, kelompok, negara) demi memperjuangkan tegaknya agama Allah dimuka bumi.

Di dunia kristen protestan-AS, fundamentalis dikenal dengan sebuah gerakan konservatif yang di awali pada akhir abad 19. Dengan menekankan dasar–dasar pemahaman yang absolute

View full article »


Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Bani Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

Ayah Khalid yang bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka’bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.

Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka’bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju ke depan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, “Oh, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu”. View full article »