Category: Cyber critical


Refleksi Hati..


Hati manusia awalnya ibarat tanah yang lapang. Berganti hari tanah yang lapang itu tumbuh rerumputan, tamu pun mulai berdatangan, seperti sapi, kerbau, dsbnya yang pada umumnya kerjaannya itu makan, tidur, kumpul-kumpul, kawin dsbnya. (Wah, hmm..hehe..)

Berganti hari rerumputan pun menjadi ilalang, tamu yang datang pun bertambah seperti ular dengan bisanya yang khas, tikus pengerat dan suka mencuri. Baca lebih lanjut

Iklan

Ini bagaimana, itu darimana, harus mulai darimana?, pertanyaan yang simple tapi menjebak!, menjebak apa terjebak?

Sepertinya kita terjebak, terjebak dalam banyak hal termasuk dalam perdebatan masalah khilafiah (perbedaan-perbedaan kecil dalam masalah furu’/ masalah-masalah cabang/ masalah-masalah kecil dalam agama), sampai kita harus bertengkar dan memutus hubungan silaturrahim hanya karena ego kita. Titik penyimpangan sepanjang sejarah umat manusia adalah ketika ia merambah atau bermain pada suatu dimensi wilayah akal, dan pemahaman. Kita kehilangan rasa (feel) afilisiasi dalam pandangan (perpekstif), dalam wilayah inilah tolak paling krusial yang menimpa setiap kepribadian. Baca lebih lanjut


Seperti telah dikatakan sebelumnya, pertanyaan tentang kematian, surga, neraka, hari kiamat, perubahan dimensi, dan pertanyaan penting seperti “Di manakah Allah?”, “Apa yang ada sebelum Allah?”, “Siapa yang menciptakan Allah?”, “Berapa lamakah kehidupan dalam kubur?”, dan “Di manakah surga dan neraka?” akan mudah terjawab.

Orang-orang beriman akan mengerti bagaimana Allah menciptakan seluruh alam semesta dari ketiadaan. Begitu pahamnya, sehingga dengan rahasia ini pertanyaan “kapan” dan “di mana” menjadi tidak berarti karena karena tidak ada lagi ruang dan waktu. Baca lebih lanjut