Sebelumnya mohon maaf lahir batin ya..Ini sekedar refleksi aja!..

kecewa/ bahagia..yang membuat adalah diri kita sendiri, karena kita sendiri yang selalu memutuskan untuk menilai hal yang terjadi sebagai sesuatu yang mengecewakan begitu juga sebaliknya.

Semulia – mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat. “Khalifah Abdul Malik bin Marwan”

Orang bodoh itu tidak mau memaafkan dan tidak juga melupakan, orang pintar itu mau memaafkan dan mau melupakan, dan orang bijak itu memaafkan dan tidak melupakan.

Anda yang tidak mau mengambil risiko tentang apa-apa, berarti anda tidak punya apa-apa, bukan apa-apa, dan tidak pernah menjadi siapa-siapa.

Siapapun kita yang mengetahui akan banyak hal bukan berarti cerdas. Cerdas adalah bagaimana cara kita menempatkan hal-hal yang kita tahu pada tempatnya.

“Orang yang paling bijak adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak tahu”.

“Salah satu ciri orang bijak adalah diantara cerdas dan ketidakjelasan”.

Kesempurnaan bisa jadi adalah jati diri kita yang sebenarnya!, oleh karena fitrah manusia adalah “ciptaan yang sempurna”. Tidak ada ukuran kesempurnaan yang berlaku universal, sempurna buat anda belum tentu sempurna untuk orang lain.

Rendah hatilah!, engkau menjadi seperti bintang yang berada tinggi di atas langit. Tetapi dipermukaan air dia tampak rendah. (Imam syafi’i)

“Manusia dinilai dari apa kata orang, sesudah mereka tiada atau pergi,
maka upayakanlah diri kita agar menjadi bahan pembicaraan yang
baik untuk di dengar”.

“Sebaik-baik kawan adalah yang memperhatikan kepentinganmu,
bukan karena kepentingan yang ia inginkan darimu, dan ia menutupi aibmu”.

Bingung?, syukurlah karena bingung itu adalah sebuah kondisi normal alamiah, tidak ada yang salah dengan itu!. Kebingungan adalah sebuah ruang transisi sebelum kita masuk ke suatu ruang pemahaman yang baru..

Share/Bookmark

Iklan