Tulisan ini didedikasikan untuk si pengirim yang salah alamat “…” ???, dan buat saudara-saudaraku tercinta yang mungkin selama ini sudah salah kaprah atau mungkin juga masih latah dalam memaknai sebuah istilah (termasuk saya tadinya, hehe). Nah!, agar kita tidak terlalu terjebak dalam banyak hal yang hanya akan membuat kita kehilangan rasa (feel) afiliasi dalam pandangan, yuk sama – sama kita cari tahu makna, sejarah, serta perkembangan istilah ini, etc..

Adalah suatu propaganda dunia barat dalam mempertahankan hegemoninya, sebagai suatu usaha/ cara penyampaian informasi yang didalamnya telah terindikasi dengan benih–benih kepalsuan, tanpa fakta, serta diselimuti segala ide yang tidak benar. Sekarang istilah fundamentalis ini telah menjadi brain image bagi umat Islam secara keseluruhan di dunia Internasional, yang sengaja dibuat para cendekiawan serta kaum intelek neo-konservatif dunia barat dalam mengintervensi segala bentuk perjuangan umat Islam (pribadi, kelompok, negara) demi memperjuangkan tegaknya agama Allah dimuka bumi.

Di dunia kristen protestan-AS, fundamentalis dikenal dengan sebuah gerakan konservatif yang di awali pada akhir abad 19. Dengan menekankan dasar–dasar pemahaman yang absolute

agama kristen. (Ex ; kebenaran mutlat Bible).

Istilah fundamentalis ini menunjuk pada sikap ekstrim dalam beragama, terutama pada tatanan ideologi, moral, termasuk politik serta nubuat tentang peristiwa akhir zaman, atau dikenal dengan akan “kembali lagi israel dan yesus ke dunia”, “second coming of christ”. Kristen fundamentalis atau kristen sayap kanan “NCR” (the new christian right), atau dalam politik AS dikenal dengan gerakan politik keagamaan konservatif. yang bertujuan ntuk menkristenisasikan orang kristen sebagai kekuatan yang dominan dalam seluruh aspek sosial masyarakat AS termasuk politik luar negeri AS.

Melalui media massa dan elektronik, yang dikuasai oleh kalangan yahudi nasrani dunia, akhirnya istilah fundamentalis itu dialamatkan kepada Islam (pribadi, kelompok, negara) yang ingin kembali kepada ajaran yang benar, hidup dibawah syariat Allah. Yang akhirnya fundamentalis ini dimaknai dengan istilah–istilah lain yang bernada pelecehan, seperti Islam militan, Islam teroris, Islam ekstrim, Islam garis keras, dsb. Yang semua itu lebih merupakan tuduhan ketimbang deskriptif, artinya lebih kepada sikap terhadap kelompok, ketimbang menjelaskan siapa mereka.

Secara historis dan akademis, menurut Dr. Murad Wahbah, fundamentalis ini pertama kali digunakan oleh seorang editor majalah NY Watchman, yang berarti menolak segala bentuk penyesuaian kaidah–kaidah dasar terhadap kondisi baru. Dimana istilah fundamentalis ini sendiri ditujukan ntuk para kristen katolik AS yang menolak adanya penyesuaian terhadap realitas modern. Fundamentalis ini juga tidak hanya terbatas pada kaum katolik AS, tapi dalam perkembangannya mengalami perluasan makna, ke gerakan – gerakan lainnya seperti fundamentalis vatikan, yahudi (zionisme), fundamentalis islam, yang identik dengan statis, fanatik, konservatif.

Dalam Islam sendiri fundamentalis ini dikenal dengan istilah Al ushuliyyah yang berarti dasar tempat berpijaknya sesuatu. Bahkan dalam hadits yang shahih pun dijelaskan bahwa akan senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran, mereka melaksanakan Al quran dan As sunnah dengan konsekuen, menegakkan syariat Allah, dan meraih kemenangan atas musuh – musuhnya, baik dari kalangan kafir maupun dari kalangan munafik.

Kelompok ini disebut–sebut sebagai ath–thaifah al manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum beriman menjelang hari kiamat. Yang periodenya dimulai dari baginda Rasulullah saw beserta sahabat ra, kemudian generasi Islam selanjutnya, sampai kemudian pada generasi Islam yang menyertai imam Mahdi dan nabi Isa as dalam suatu pemerintahan berdasarkan syariat islam.

Mereka juga disebut–sebut sebagai kelompok elit umat Islam. Dimana kelompok ini adalah kelompok umat Islam yang berada di atas kebenaran, kelompok yang memadukan ilmu pengetahuan dengan amal shalih, mereka mengilmui, mengamalkan, mendakwahkan serta memperjuangkan ajaran Islam keseluruh alam, karena Islam sendiri adalah rahmatan lil allamiin…

Mereka dengan karakteristiknya ; 

Istiqomah dalam memegang akidah yang benar, menjauhi bid’ah, dan hawa nafsu. Mereka adalah ahlus sunnah yang berpegang teguh dengan sunnah baginda rasulullah saw, khulafaur rasyidin, dan menjauhi bid’ah sekte yang menyimpang dari as sunnah.

Mereka istiqomah dalam akhlak/ prilaku yang diajarkan baginda rasulullah saw. Istiqomah dalam berjihad dengan jiwa dan harta, dan menegakkan hujjah dakwah kepada umat manusia. Istiqomah dalam mengusahakan segala sarana materi/ spiritual yang akan mendatangkan pertolongan serta kemenangan dari sisi Allah.

Mereka membawa panji dakwah, dengan ilmu mengajak manusia ntuk kembali ke Al quran dan As sunnah. Mereka menjalankan/ melaksanakan kewajiban amar makruf nahi munkar dengan lisan dan hari mereka. Mereka tidak terlalu disibukkan dengan segala bentuk khilafiah di bidang agama, politik, sosial, ekonomi, dan ilmu pengetahuan.

Mereka melaksanakan jihad fi sabilillah, dengan hati, lisan, harta, dan jiwa mereka. Mereka tidak bisa dipisahkan dari perkara dakwah. Dakwah adalah karakter mereka yang paling dominan.

Dibawah ini ada beberapa hadits nabi tentang mereka…

Mu’awiyah bin Abu Sufyan ra. dan Muadz bin Jaba ral, dari Mu’awiyah bin Abu Sufyan ra ; saya mendengar Baginda Nabi saw bersabda :

“Akan senantiasa dari umatku sebuah umat (golongan/ kelompok) yang menegakkan urusan (agama) Allah. Orang – orang yang mendustakan mereka tidak akan mampu menimpahkan bahaya kepada mereka, demikian pula halnya orang – orang yang memusuhi mereka. Demikianlah keadaan mereka sampai datangnya urusan Allah”

Jabir bin Abdullah ra berkata ; saya mendengar baginda Rasulullah saw bersabda :

“akan senantiasa dari umatku sebuah umat yang berperang di atas kebenaran sampai hari kiamat. Maka pada saat itu nabi isa bin maryam turun (ketengah mereka). Pemimpin kelompok tersebut berkata kepada nabi Isa ‘kemarilah, andalah yang berhak mengimami kami shalat. Namun nabi isa menjawab “tidak, sebagian kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain, sebagai bentuk permuliaan Allah atas umat ini”

Uqbah bin Amir ra berkata ; saya mendengar Baginda Rasulullah saw bersabda :

“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang berperang di atas urusan Allah. Mereka mengalahkan musuh–musuh mereka. Orang–orang yang memusihi mereka tidak akan mampu menimpahkan bahaya kepada mereka sampai datangnya kiamat, sementara keadaan mereka tetap konsisten seperti itu”.

Abdullah bin Amru bin Ash ra menimpali : “benar, kemudian Allah akan mengutus angin yang wanginya seperti minyak wangi dan lembutnya selembut sutra. Angin itu tidak akan menyisakan seorang pun yang di dalam hatinya ada keimanan sebesar biji sawi, kecuali angin itu mewafatkan orang tersebut. Setelah itu tersisa di atas bumi hanyalah orang–orang yang jahat. Merekalah yang akan mengalami kiamat”.

Syaikh Muhammad Al Utsaimin : Dituduh sebagai kaum fundamentalis?, sekalipun demikian, kita tegaskan ; “jika orang yang berpegang teguh dengan Islam itu adalah seorang fundamentalis, maka kamilah kaum fundamentalis itu”.

Selengkapnya ada di — > “Menanti kehancuran Amerika dan Eropa”. (Bahkan imam Mahdi adalah seorang yang paling fundamentalis diantara kaum muslimin). Abu fatiah al adnani – Abu laila abdur rahman

Share/Bookmark

Iklan