Ini bagaimana, itu darimana, harus mulai darimana?, pertanyaan yang simple tapi menjebak!, menjebak apa terjebak?

Sepertinya kita terjebak, terjebak dalam banyak hal termasuk dalam perdebatan masalah khilafiah (perbedaan-perbedaan kecil dalam masalah furu’/ masalah-masalah cabang/ masalah-masalah kecil dalam agama), sampai kita harus bertengkar dan memutus hubungan silaturrahim hanya karena ego kita. Titik penyimpangan sepanjang sejarah umat manusia adalah ketika ia merambah atau bermain pada suatu dimensi wilayah akal, dan pemahaman. Kita kehilangan rasa (feel) afilisiasi dalam pandangan (perpekstif), dalam wilayah inilah tolak paling krusial yang menimpa setiap kepribadian.

Mari kita sejenak melihat rahasia kejayaan umat Islam masa lampau, mereka memiliki Ilmuan yang hafal Qur’an, kita menemukan Ahli Astronomi yang Ulama, kita menjumpai Ahli Eksakta yang mengerti dengan 6666 firman Allah, kita melihat Dokter yang fasih dalam Ilmu Fiqih, kita melihat Ahli optic yang paham dan hafal kitab Allah, kita menjumpai penjelajah samudera dunia yang paham dan hafal ayat-ayat Allah, kita menemui Ahli Falak/ ilmu perbintangan atau angksa luar yang menjadi Syaikh seantero negeri, kita menyaksikan ahli sastra yang hafal ribuan hadits, kita menyaksikan Khalifah/ kepala Negara yang zuhud dan menjadi hakim konstitusi, dan kita juga melihat seorang Komandan militer yang ahli hadits. Dan kita mengenal mereka-mereka, seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Al-Haitsam, Al-Fazari, Ibnu Bathuthah, Ibnu Khaldun, Ibnu Rusyid atau Averous, Al-Bukhari, Muslim, Tariq bin Ziyad yang namanya di abadikan menjadi nama selat Gibraltar antara afrika dan eropa., Umar bin Abdul Aziz, Harun Al-Rasyid, Al-Mawardi, Iman al-Gazali, Jalaluddin Ar-Rumi, dan ribuan dan jutaan lagi ilmuan-ilmuan yang sekaligus mereka adalah ulama-ulama umat ini, mereka menggabungkan kedua-duanya antara dunia dan akhirat, antara ilmu dunia dan ilmu akhirat yang tidak ada dikotomi antara keduanya, dan mereka adalah mentari yang menerangi kalbu-kalbu umat dengan ruh ketaatan kepada Allah. Subhanallah…

Maka hari ini kita jadilah seorang Ilmuan yang ulama, Engineer yang saleh, Wartawan yang taat, Penulis yang da’i, Dokter yang Islami, Pengusaha yang saleh dan murah hati, Arsitek yang ustadz, Selebritis yang religi, Artis Aktor yang taat kepada aturan Allah, Sastrawan yang hafal Qur’an, Psikolog yang Islami, Pengacara yang paham dengan agama, Mahasiswa yang mengerti dengan Islam, Birokrat yang soleh, Pejabat yang taat, Pemimpin yang zuhud dan apapun profesi kita, jadikanlah diri kita seorang yang taat kepada Allah dan Rasul-NYA yang punya kesolehan sosial dan menjadi da’i/ penyeru ke jalan Allah. Dan hari ini mindset kita mulai kita rubah, perlu pola pikir yang besar, maju, jauh kedepan, perlu ide-ide besar, perlu pembenahan paradigma dan pembenahan diri, baik ruh dan jasad.

Share/Bookmark

Iklan