Latest Entries »

Smart Jurisdiction..


tangan_by_cahyonorz-d5t7i3eSalam blogger sampai akar-akarnya, terimakasih, dan maaf!!..

7 Tahun sudah umur blog ini, lama juga saya ngak disini, salam kenal buat semua, terimakasih yang sudah blogwalking kesini dan nantinya saya bisa blogwalking balik ke blog anda semua (mohon diterima klo saya bw yah, hehehe)..

Maaf juga, bagi yang sudah berkomentar disini, dan saya belum membalas komentarnya saat itu karena buru-buru pergi (nanti akan segera dibalas, sekalian dikasih permen yah, hehehe)..

Dan, untuk sementara memperbaiki kemah ini (yang lama ditinggal), sekalian aja nitip yang dibawah ini ;)  View full article »


Dari pengamatan (qs. al alaq : 1-8), memberi pengetahuan, yang kemudian melahirkan setetes ideas pemikiran, yang kritis ketika dihadapkan dengan fenomena kehidupan ini, yang kemudiannya lagi dari setetes ideas pemikiran tersebut telah sedikit mendewasakan akal-rasio, batin-intuitif dalam bentuk segelas pemahaman (guest for understanding).


Tak dapat dielakkan lagi berbagai fenomena yang terjadi disetiap aspek kehidupan ini (agama, moral, hukum, ekonomi, sosial, politik, etc), baik yang sifatnya global maupun nasional telah membawa kita pada satu “titik” yang sama. Keanekaragaman perbedaan diantara kita pun sekarang sudah bukan menjadi suatu kompleksitas masalah untuk diperdebatkan lagi (yang tak habisnya) alias sudah expired.  Tanpa kita sadari!, ada satu “titik” yang telah menyatukan kita dalam suatu ruang khusus, yaitu ketika halnya dihadapkan dengan fenomena kehidupan yang terjadi sekarang ini, pada peradaban manusia dalam mempertahankan eksistensinya.  “Titik” tersebut itu ialah “kesamaan krisis” (the same crisis).
View full article »


Gelap-pekat, terang-benderang..Panas-dingin, sehat-sakit, susah-senang. Hmm, hidup ya hidup (hehehe), bisa indah pada keadaan yang indah, dan bisa sulit pada keadaan yang sulit (hmm, apa mungkin hidup ini peka terhadap keadaan)..

Pada keadaan indah penuh dengan bermacam dan beragam cerita, begitupun pada keadaan sulit yang terdapat banyak kisah dan cerita..

Pada hal yang sama tiap diri kemungkinannya akan berbeda cara pandang serta cara menyikapinya, dan pada hal yang sama juga kemungkinannya tiap diri ada pada satu pandangan serta sikap yang sama, begitu juga sebaliknya..

Semua hal itu pun tidak tergantung pada ukuran besar kecilnya, lama atau singkatnya, tapi terletak pada sejauh mana kadar atau bobot seseorang dalam menyikapi fenomena hidup ini..
View full article »

Win-Win True..


“Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah) ; (tetaplah atas) fitrah Allah Yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu..’ (Ar Rum :30)

Hai diri..Fitrah manusia adalah mengabdi kepada Allah dan beriman kepadaNya. Karena manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, secara alamiah harus meminta pertolonganNya. Dalam hal ini berdoapun belum cukup kecuali dibarengi dengan “usaha” yang sungguh-sungguh.

Diri, dan mengingat-ngingat, mencoba membingungkan diri, dan sampai teringat akan sebuah pembelajaran tentang hakikat sebuah “usaha”.. View full article »


Sebelumnya mohon maaf lahir batin ya..Ini sekedar refleksi aja!..

kecewa/ bahagia..yang membuat adalah diri kita sendiri, karena kita sendiri yang selalu memutuskan untuk menilai hal yang terjadi sebagai sesuatu yang mengecewakan begitu juga sebaliknya.

Semulia – mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat. “Khalifah Abdul Malik bin Marwan” View full article »

Berhentilah Jadi Gelas..


Dikisahkan, ada seorang guru sufi yang mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung..

sang guru : “Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?”

si murid : “Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya”.

sang guru : (terkekeh). “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar View full article »

Merah Putih..


image

Bait – Bait Merah Putih..

Thoha..
Inilah Merah Putih..
2 kain 1 jahitan 2 warna..

Inilah Merah Putih, yang disatu padukan jahitan tangan ibu pertiwi..

Inilah Merah Putih, disaat mereka menurunkannya, kami justru mengibarkannya..

Inilah Merah Putih, dan berkibarlah atas tsar-tsar kemerdekaan itu..

Inilah Merah Putih, dari arah khadimah..

Dan, inilah Merah Putih, yang melahirkan para dzulkarnain dzulkarnain kecil..

Merah Putih, inilah wasilah!, atas bait-bait kemerdekaanmu..

Bandung, 17 Agustus 2015
An. Cyrus II


Marhaban Ya Ramadhan..Mohon Maaf  Lahir Batin..

Keep bloging en keep going..


Hmm prolog yang tidak disangka menjadi postingan, serta menambah satu kategori baru, hehehe..

17 hari masa jelajah blog..Terhitung sejak update kembali dengan diawali 3 postingan, yang diantaranya :

1. Win-win true, atau “kemenangan-kemenangan sejati” yang merupakan suatu konsep yang sederhana atau juga bisa jadi merupakan sarana refleksi diri, yang pada esensinya terdapat hal-hal mengenai pemantapan diri akan hakikat sebuah usaha serta komitmen diri..Selanjutnya di ikuti dengan postingan yang kedua, View full article »


Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”.

Setiap pagi Rasulullah s.a.w mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah s.a.w menyuap makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah s.a.w melakukannya hingga menjelang Nabi Muhammad s.a.w  wafat. View full article »


Seorang telah datang menemui Rasulullah s.a.w dan telah menceritakan kepada Baginda s.a.w tentang kelaparan yang dialami olehnya. Kebetulan pada ketika itu Baginda s.a.w tidak mempunyai suatu apa makanan pun pada diri Baginda s.a.w maupun di rumahnya sendiri untuk diberikan kepada orang itu.

Baginda s.a.w kemudian bertanya kepada para sahabat, “Adakah sesiapa di antara kamu yang sanggup melayani orang ini sebagai tamunya pada malam ini bagi pihak aku? ” Seorang dari kaum Ansar telah menyahut, “Wahai Rasulullah s.a.w, saya sanggup melakukan seperti kehendak tuan itu” . View full article »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya