•September 9, 2008 •
& Komentar
Hati manusia awalnya ibarat tanah yang lapang. Berganti hari tanah yang lapang itu tumbuh rerumputan, tamu pun mulai berdatangan, seperti sapi, kerbau, dsbnya yang pada umumnya kerjaannya itu makan, tidur, kumpul – kumpul, kawin dsbnya. (Wah, hmm..hehe..)
Berganti hari rerumputan pun menjadi ilalang, tamu yang datang pun bertambah seperti ular dengan bisanya yg khas, tikus pengerat dan suka mencuri. (Wew, koruptor dong)
Hari demi hari berganti hari, dari tanah yang lapang kemudian tumbuh rerumputan, kemudian menjadi ilalang, dan pada akhirnya berubah menjadi hutan belantara dengan sistem rimbanya. Tamu yang berkunjung pun makin hebat, mulai dari ular yang paling berbisa, serigala, dsbnya, sampai kepada singa si raja hutan. (Wah..rame juga tu..hehe)
y kira – kira begitulah hati manusia!..klo kelamaan gk di bersihin bisa – bisa sampai pada satu ruang dimensi yang paling parah. Dan uhh..kira – kira qt ada di bagian yang mana nih ?..
Ditulis dalam cyber critical
•September 1, 2008 •
1 Komentar
Ini bagaimana, itu darimana, harus mulai darimana?, pertanyaan yang simple tapi menjebak!, menjebak apa terjebak nih?
Sepertinya kita terjebak, terjebak dalam banyak hal termasuk dalam perdebatan masalah khilafiah (perbedaan-perbedaan kecil dalam masalah furu’/ masalah-masalah cabang/ masalah-masalah kecil dalam agama), sampai kita harus bertengkar dan memutus hubungan silaturrahim hanya karena ego kita. Titik penyimpangan sepanjang sejarah umat manusia adalah ketika ia merambah atau bermain pada suatu dimensi wilayah akal, dan pemahaman. Kita kehilangan rasa (feel) afilisiasi dalam pandangan (perpekstif), dalam wilayah inilah tolak paling krusial yang menimpa setiap kepribadian. Lanjutkan membaca ‘Pembenahan diri dan paradigma’
Ditulis dalam cyber critical
•September 1, 2008 •
& Komentar
Seperti telah dikatakan sebelumnya, pertanyaan tentang kematian, surga, neraka, hari kiamat, perubahan dimensi, dan pertanyaan penting seperti “Di manakah Allah?”, “Apa yang ada sebelum Allah?”, “Siapa yang menciptakan Allah?”, “Berapa lamakah kehidupan dalam kubur?”, dan “Di manakah surga dan neraka?” akan mudah terjawab. Orang-orang beriman akan mengerti bagaimana Allah menciptakan seluruh alam semesta dari ketiadaan. Begitu pahamnya, sehingga dengan rahasia ini pertanyaan “kapan” dan “di mana” menjadi tidak berarti karena karena tidak ada lagi ruang dan waktu. Ketika ketiadaan ruang dipahami, akan dimengerti bahwa neraka, surga dan bumi sesungguhnya adalah tempat yang sama. Bila ketiadaan waktu dipahami, akan dimengerti bahwa segala sesuatu terjadi pada suatu momen tunggal: tidak ada yang perlu ditunggu dan waktu tidak berjalan, karena segalanya telah terjadi dan telah selesai…
question!.. Di manakah Allah?”, “Apa yang ada sebelum Allah?”, “Siapa yang menciptakan Allah?”, “Berapa lamakah kehidupan dalam kubur?”, dan “Di manakah surga dan neraka?”,(Allah tentunya tidak terikat oleh tempat dan waktu. Baginya tidak dipengaruhi yang dulu atau yang akan datang. Allah tidak memerlukan tempat, sehingga pertanyaan tentang dimana Allah hanya akan membatasi kekuasaanNya. Maka bagiNya tidak ada kapan lahir atau kapan mati, yg jadi pertanyaannya apa yang mula-mula yang diciptakanNya???…
Ditulis dalam cyber critical
Komentar Terakhir