<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cyberwhite's Weblog &#187; Alkisah</title>
	<atom:link href="http://cyberwhite.wordpress.com/category/alkisah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cyberwhite.wordpress.com</link>
	<description>share in the future</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2009 15:27:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='cyberwhite.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3ba54ac535c1cdf9c8ce83320293b1d8?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cyberwhite's Weblog &#187; Alkisah</title>
		<link>http://cyberwhite.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cyberwhite.wordpress.com/osd.xml" title="Cyberwhite&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>Cerita lama bersemi kembali, hehe..</title>
		<link>http://cyberwhite.wordpress.com/2009/03/25/cerita-lama-bersemi-kembali-hehe/</link>
		<comments>http://cyberwhite.wordpress.com/2009/03/25/cerita-lama-bersemi-kembali-hehe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 12:22:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arRa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alkisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberwhite.wordpress.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sedang merenovasi rumah, seorang pemuda coba meruntuhkan suatu tembok. Rumah di Japan biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang dibuat dari kayu. Ketika tembok itu mulai roboh, dia menemui seekor cicak yang terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebatang paku.Dia merasa kasihan sekaligus heran. Lalu dia memperhatikan paku itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberwhite.wordpress.com&blog=2623838&post=438&subd=cyberwhite&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Ketika sedang merenovasi rumah, seorang pemuda coba meruntuhkan suatu tembok. Rumah di Japan biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang dibuat dari kayu. Ketika tembok itu mulai roboh, dia menemui seekor cicak yang terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebatang paku.Dia merasa kasihan sekaligus heran. Lalu dia memperhatikan paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibuat.<br />
Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan keadaan terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun,<span id="more-438"></span> itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.<br />
Pemuda itu lalu berfikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!<br />
Pemuda itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya. AHHHH!<br />
Pemuda itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.<br />
Sungguh ini sebuah cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.<br />
Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki kurnia yang begitu mengagumkan.</em></p>
<p><em>Moral…<br />
Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berfikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, kekasih, saudara lelaki, saudara perempuan.. Seiring dengan berkembangnya teknologi, akses kita untuk mendapatkan informasi berkembang sangat cepat. Tapi tak peduli sejauh apa jarak diantara kita, berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan orang-orang yang kita kasihi.</em></p>
<p><em>SO!..JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI!!!</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberwhite.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberwhite.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberwhite.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberwhite.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberwhite.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberwhite.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberwhite.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberwhite.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberwhite.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberwhite.wordpress.com/438/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberwhite.wordpress.com&blog=2623838&post=438&subd=cyberwhite&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberwhite.wordpress.com/2009/03/25/cerita-lama-bersemi-kembali-hehe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0979532a78f24448fa027a79a8206765?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">cyberwhite</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tangis &#8220;mu&#8221;?, menggoncangkan Arasy Allah</title>
		<link>http://cyberwhite.wordpress.com/2008/09/14/tangis-mu-menggoncangkan-arasy-allah/</link>
		<comments>http://cyberwhite.wordpress.com/2008/09/14/tangis-mu-menggoncangkan-arasy-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 16:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arRa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alkisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberwhite.wordpress.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka&#8217;bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: &#8220;Ya Karim! Ya Karim!&#8221;
Rasulullah s.a.w. menirunya membaca &#8220;Ya Karim! Ya Karim!&#8221; .Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka&#8217;bah, dan berzikir lagi: &#8220;Ya Karim! Ya Karim!&#8221; Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya &#8220;Ya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberwhite.wordpress.com&blog=2623838&post=364&subd=cyberwhite&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka&#8217;bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: &#8220;Ya Karim! Ya Karim!&#8221;</em></p>
<p><em>Rasulullah s.a.w. menirunya membaca &#8220;Ya Karim! Ya Karim!&#8221; .Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka&#8217;bah, dan berzikir lagi: &#8220;Ya Karim! Ya Karim!&#8221; Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya &#8220;Ya Karim! Ya Karim!&#8221; Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:</em></p>
<p><em>&#8220;Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, <!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span id="more-364"></span><!--[endif]-->Muhammad Rasulullah.&#8221;</em></p>
<p><em>Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: &#8220;Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?&#8221; &#8220;Belum,&#8221; jawab orang itu. &#8220;Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,&#8221; kata orang Arab badwi itu pula.</em></p>
<p><em>Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: &#8220;Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!&#8221; Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.</em></p>
<p><em>&#8220;Tuan ini Nabi Muhammad?!&#8221; &#8220;Ya&#8221; jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:</em></p>
<p><em>&#8220;Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu balasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.&#8221;</em></p>
<p><em>Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: &#8220;Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: &#8220;Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar!&#8221; Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata:</em></p>
<p><em>&#8220;Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!&#8221; kata orang Arab badwi itu. &#8220;Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?&#8221; Rasulullah bertanya kepadanya. &#8216;<span style="color:#808000;">Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,&#8217; jawab orang itu. &#8216;Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!&#8217;</span></em></p>
<p><em>Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata:</em></p>
<p><em>&#8220;Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya kerana tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!&#8221; .Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita tersebut. la Ialu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.</em></p>
<p><em></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cyberwhite.wordpress.com/364/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cyberwhite.wordpress.com/364/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberwhite.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberwhite.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberwhite.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberwhite.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberwhite.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberwhite.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberwhite.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberwhite.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberwhite.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberwhite.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberwhite.wordpress.com&blog=2623838&post=364&subd=cyberwhite&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberwhite.wordpress.com/2008/09/14/tangis-mu-menggoncangkan-arasy-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0979532a78f24448fa027a79a8206765?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">cyberwhite</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berhentilah jadi gelas</title>
		<link>http://cyberwhite.wordpress.com/2008/09/05/berhentilah-jadi-gelas/</link>
		<comments>http://cyberwhite.wordpress.com/2008/09/05/berhentilah-jadi-gelas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 14:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arRa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alkisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberwhite.wordpress.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[
Dikisahkan, ada seorang guru sufi yang mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya
belakangan ini selalu tampak murung..
sang guru : “Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” 
si murid : “Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya&#8221;. 
sang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberwhite.wordpress.com&blog=2623838&post=337&subd=cyberwhite&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="snap_preview">
<p><em>Dikisahkan, ada seorang guru sufi yang mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya<br />
belakangan ini selalu tampak murung..</em></p>
<p><em>sang guru : “Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di<br />
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” </em></p>
<p><em>si murid : “Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk<br />
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya&#8221;. </em></p>
<p><em>sang guru : (terkekeh). <span id="more-337"></span>“Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.<br />
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”</em></p>
<p><em>Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan<br />
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.</em></p>
<p><em>sang guru : “Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu, setelah itu coba kau minum airnya sedikit&#8221;.</em></p>
<p><em>Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.</em></p>
<p><em>sang guru : “Bagaimana rasanya?” </em></p>
<p><em>si murid : (dengan wajah yang masih meringis). “Asin, dan perutku jadi mual&#8221;.<br />
</em></p>
<p><em>sang guru : (terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan).                                  “Sekarang kau ikut aku.”</em></p>
<p><em> Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”</em></p>
<p><em>Si murid  pun menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.</em></p>
<p><em>sang guru : (sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir<br />
danau). “Sekarang, coba kau minum air danau itu!” </em></p>
<p><em>Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, </em></p>
<p><em>sang guru : “Bagaimana rasanya?”</em></p>
<p><em>si murid : “Segar, segar sekali&#8221;, (sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya).</em></p>
<p><em>Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.</em></p>
<p><em>sang guru : “Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”</em></p>
<p><em>si murid : “Tidak sama sekali”. (sambil mengambil air dan meminumnya lagi). </em></p>
<p><em>Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.</em></p>
<p><em>sang guru : “Nak”, “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang tidak lebih,<br />
hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”</em></p>
<p><em>Si murid pun terdiam???, mendengarkan&#8230;</em></p>
<p><em>sang guru : Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’ (hati) yang menampungnya. Jadi, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas!. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau!”</em></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cyberwhite.wordpress.com/337/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cyberwhite.wordpress.com/337/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberwhite.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberwhite.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberwhite.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberwhite.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberwhite.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberwhite.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberwhite.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberwhite.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberwhite.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberwhite.wordpress.com/337/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberwhite.wordpress.com&blog=2623838&post=337&subd=cyberwhite&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberwhite.wordpress.com/2008/09/05/berhentilah-jadi-gelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0979532a78f24448fa027a79a8206765?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">cyberwhite</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>