Tuhan itu Maha Tahu apa yang kita tahu, tapi apakah kita tahu apa yang kita mau.

Sebelumnya mohon maaf lahir batin ya..nih sekedar refleksi aja!..

kecewa/ bahagia..yang membuat adalah diri kita sendiri, karena kita sendiri yang selalu memutuskan untuk menilai hal yang terjadi sebagai sesuatu yang mengecewakan begitu juga sebaliknya.

Semulia – mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat. “Khalifah Abdul Malik bin Marwan”

Orang bodoh itu tidak mau memaafkan dan tidak juga melupakan, orang pintar itu mau memaafkan dan mau melupakan, dan orang bijak itu memaafkan dan tidak melupakan.

anda yang tidak mau mengambil risiko tentang apa-apa, berarti anda tidak punya apa-apa, bukan apa-apa, dan tidak pernah menjadi siapa-siapa.

Siapapun kita yang mengetahui akan banyak hal bukan berarti cerdas. Cerdas adalah bagaimana cara kita menempatkan hal-hal yang kita tahu pada tempatnya.

“Orang yang paling bijak adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak tahu”.

“Salah satu ciri orang bijak adalah diantara cerdas dan ketidakjelasan”.

kesempurnaan bisa jadi adalah jati diri kita yang sebenarnya!, oleh karena fitrah manusia adalah “ciptaan yang sempurna”. Tidak ada ukuran kesempurnaan yang berlaku universal, sempurna buat anda belum tentu sempurna untuk orang lain.

rendah hatilah!, engkau menjadi seperti bintang yang berada tinggi di atas langit. Tetapi dipermukaan air dia tampak rendah. (Imam syafi’i)

“manusia dinilai dari apa kata orang, sesudah mereka tiada atau pergi,
maka upayakanlah diri kita agar menjadi bahan pembicaraan yang
baik untuk di dengar”.

“sebaik-baik kawan adalah yang memperhatikan kepentinganmu,
bukan karena kepentingan yang ia inginkan darimu, dan ia menutupi aibmu”.

bingung?, syukurlah karena bingung itu adalah sebuah kondisi normal alamiah, tidak ada yang salah dengan itu!. Kebingungan adalah sebuah ruang transisi sebelum kita masuk ke suatu ruang pemahaman yang baru.

~ oleh arRa di/pada Oktober 7, 2008.

17 Tanggapan to “Tuhan itu Maha Tahu apa yang kita tahu, tapi apakah kita tahu apa yang kita mau.”

  1. pertamax…..

  2. tulisan ini menginspirasi saya…
    thx ya …

  3. waduh aku jadi pingin jadi sufi, banyaki nulis tentang sufi biar aku bisa download ya

  4. Maaf lahir bathin juga. Semua kita serahkan kepada yang menciptakan. Dia maha tahu segala yang kita lakukan.. Maaf atas segala kesalahan…!

  5. Minal aidzin wal faizin dulu…
    semoga kita bisa jadi ahli syukur kaya keluarga Luqman

    “Salah satu ciri orang bijak adalah diantara cerdas dan ketidakjelasan”.
    gw kayanya cenderung ke ketidakjelasannya, whehehehehe

  6. Mohon maaf lahir bathin.

    hanya orang yang kuat yang bisa memaafkan.

  7. kata-kata bijak yg luarbiasa mas..senang sy membacanya

    thanks ya udah mampir di blog sy
    salam kenal juga :)

  8. Wah, whitecyber bener ya… Gud luck !! moga2 bermanfaat bagi banyak orang

  9. maaf lahir batin juga om,
    memaNG, semakin banyak kita belajar, semakin tahulah kita kalau kita tidak tahu apa-apa, tentunya kalau kita juga rajin bercermin dan jujur pada diri sendiri…

  10. Numpang baca saja dulu, tidak berani komentar jauh2, maklum saya bukan ahlinya di bidang ini

  11. great post!!!
    buat penyegaran hati…

  12. hmmm….yang pasti berusaha terus jadi yang terbaik..terutana d mata Tuhan.

  13. Aku hanya mau semua yang terbaik.. Amin :)

  14. ^_^ Banyak kalimat hikmah disini yah… Makasih banyak

  15. wah, saya nggak tahu apa-apa, berarti saya bijak sekali :D

  16. salam hangat dari Komunitas Blogger KalSel

  17. AssalamualaikumWrWb..

    #Myryani
    #isuur loeweng
    #ekomadjid
    #Ayam cinta
    #fetro
    #Alex
    #allcann
    #grubik
    #josenetmail
    #Odie
    #whennie
    #siwi
    #insansains
    #isnuansa
    #soulharmony

    thankz all, salam kenal..
    swry lama gk ngblog nih, apa kabar semuanya?,,

Tinggalkan Balasan