<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Fundamentalis, konsekuensi kaum elit akhir zaman, serta karakteristiknya..</title>
	<atom:link href="http://cyberwhite.wordpress.com/2008/09/18/fundamentalis-konsekuensi-kaum-elit-akhir-zaman-serta-karakteristiknya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cyberwhite.wordpress.com/2008/09/18/fundamentalis-konsekuensi-kaum-elit-akhir-zaman-serta-karakteristiknya/</link>
	<description>share in the future</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2009 22:05:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: arRa II</title>
		<link>http://cyberwhite.wordpress.com/2008/09/18/fundamentalis-konsekuensi-kaum-elit-akhir-zaman-serta-karakteristiknya/#comment-183</link>
		<dc:creator>arRa II</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 20:08:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cyberwhite.wordpress.com/?p=387#comment-183</guid>
		<description>Salam persahabatan juga..
gk keliru koq mas, hehe..makasih atas masukannya nih..
setuju dengan mas bahwa hukum diturunkan dalam kondisi tertentu dan kondisi ini berubah dari jaman ke jaman.

perbedaan interpretasi adalah sebuah hal yang wajar dikalangan umat ini.
apa yang dikhawatirkan 2 tokoh kita di atas adlah kekhwatiran dari ketidakproposioanalnya kaum fundamentalis itu sendiri!, gpp itu perpekstif beliau2 tidak jadi masalah, sebagaimana karakteristik pada sahabat ra yang berbeda - beda. Tapi yang dimaksud kaum fundamental disini tidak terlalu menekan pada wilayah interpretasi semata, melainkan fundamental dalam arti konsistensi perjuangan.

just an opinian ;)
thanks y..asik ngbrol sama mas bisa nimbah ilmu, hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam persahabatan juga..<br />
gk keliru koq mas, hehe..makasih atas masukannya nih..<br />
setuju dengan mas bahwa hukum diturunkan dalam kondisi tertentu dan kondisi ini berubah dari jaman ke jaman.</p>
<p>perbedaan interpretasi adalah sebuah hal yang wajar dikalangan umat ini.<br />
apa yang dikhawatirkan 2 tokoh kita di atas adlah kekhwatiran dari ketidakproposioanalnya kaum fundamentalis itu sendiri!, gpp itu perpekstif beliau2 tidak jadi masalah, sebagaimana karakteristik pada sahabat ra yang berbeda &#8211; beda. Tapi yang dimaksud kaum fundamental disini tidak terlalu menekan pada wilayah interpretasi semata, melainkan fundamental dalam arti konsistensi perjuangan.</p>
<p>just an opinian <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
thanks y..asik ngbrol sama mas bisa nimbah ilmu, hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Robby Candra</title>
		<link>http://cyberwhite.wordpress.com/2008/09/18/fundamentalis-konsekuensi-kaum-elit-akhir-zaman-serta-karakteristiknya/#comment-181</link>
		<dc:creator>Robby Candra</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 17:12:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cyberwhite.wordpress.com/?p=387#comment-181</guid>
		<description>Saya pernah berbincang-bincang dengan Pak Safii Maarif dan Pak Machasim. Dua tokoh umat islam yang terkemuka dan sangat dihormati di Indosinia. Beliau menyatakan dirinya sebagai orang yang moderat. Dan menyatakan bahwa sikap fundamentalis adalah sikap yang bisa berbahaya. 

Pak Machasin mengatakan bahwa fundamentalis adalah orang yang punya tafsir agama yang absolut (bukan orang yang fanatik). Artinya tafsir yang dia terima dianggap sebagai sebuah kebenaran mutlak. Padahal sebenarnya orang lain bisa punya tafsir yang berbeda. Meskipun sama-sama muslim. Kebalikannya adalah kaum moderat memahami tafsir al Quran sebagai sesuatu yang &#039;bergerak&#039;. Karena  suatu &#039;hukum&#039; diturunkan dalam kondisi tertentu. Dan kondisi ini berubah dari jaman-ke jaman. Jadi orang yang moderat adalah orang yang melihat atas dasar kondisi apa Allah menurunkan firmanNya. 

Tetapi kebanyakan masyarakat kita adalah orang yang berada diantara moderat dan fundamental.

Salam Persahabatan. 
Mohon seribu maaf kalau keliru.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah berbincang-bincang dengan Pak Safii Maarif dan Pak Machasim. Dua tokoh umat islam yang terkemuka dan sangat dihormati di Indosinia. Beliau menyatakan dirinya sebagai orang yang moderat. Dan menyatakan bahwa sikap fundamentalis adalah sikap yang bisa berbahaya. </p>
<p>Pak Machasin mengatakan bahwa fundamentalis adalah orang yang punya tafsir agama yang absolut (bukan orang yang fanatik). Artinya tafsir yang dia terima dianggap sebagai sebuah kebenaran mutlak. Padahal sebenarnya orang lain bisa punya tafsir yang berbeda. Meskipun sama-sama muslim. Kebalikannya adalah kaum moderat memahami tafsir al Quran sebagai sesuatu yang &#8216;bergerak&#8217;. Karena  suatu &#8216;hukum&#8217; diturunkan dalam kondisi tertentu. Dan kondisi ini berubah dari jaman-ke jaman. Jadi orang yang moderat adalah orang yang melihat atas dasar kondisi apa Allah menurunkan firmanNya. </p>
<p>Tetapi kebanyakan masyarakat kita adalah orang yang berada diantara moderat dan fundamental.</p>
<p>Salam Persahabatan.<br />
Mohon seribu maaf kalau keliru.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
